Selasa, 04 Desember 2012

SEJARAH PERKEMBANGAN OLAHRAGA DI INDONESIA

PENDAHULUAN

1. Latar Belakang
Dalam bidang olahraga sangat dibutuhkan suatu daya tahan tubuh yang kuat, sehingga kita bisa melakukan sebuah aktivitas olahraga dengan semangat karena didukung oleh daya tahan tubuh yang kuat. Dengan itu maka kita menjalani kegiatan tersebut dengan perasaan senang menjalani aktivitas tersebut.
Kita sering berolahraga, tetapi apakah kita tahu perkembangan olahraga di Negara kita ini yaitu Indonesia. Mungkin kebanyakan orang di sekitar kita tidak tahu perkembangan olahraga di Indonesia saat ini, karena mereka hanya menjalankan olahraga dan tidak ingin tahu bagaimana sejarah dari olahraga itu sendiri.
Sehubungan dengan itulah maka perlu adanya suatu pengetahuan mengenai sejarah olahraga supaya kita semua bisa tahu bagaimana perkembangan olahraga tidak hanya bisa berolahraga saja.
Judul makalah ini sengaja dipilih karena menarik perhatian penulis untuk dicermati dan perlu mendapat dukungan dari semua pihak yang peduli terhadap dunia olahraga.

2. Perumusan Masalah
a. Bagaimana perkembangan olahraga sejak jaman pra sejarah sampai penyelenggaraan GANEFO.
b. Sejauhmana Indonesia berusaha dalam meningkatkan olahraga di tanah air.

3. Tujuan
a. Mengetahui perkembangan olahraga di tanah air.
b. Memahami perkembangan olahraga supaya semakin meningkat di masa depan.

Jaman prasejarah
Pada zaman nenek moyang Indonesia, kegiatan fisik berkembang pada waktu itu untuk mempertahankan diri dari keganasan alam maupun lingkungannya.tantangan dapat berupa sungai yang harus diseberangi, hujan, badai, topan, menghadapi serangan binatang buas,atau beburu buinatang untuk konsumsi.
Olahraga pada masyarakat kuno adalah untul menciptakan kekuatan dan pengembangan kesadaran kelompok, yang dilakukan oleh keluarga. Pada masyarakat ini Olahraga merupakan sport utility maksudnya gerakan yang dilakukan adalah semacam olahraga namun fungsinya untukn mem-pertahankan diri untuk kelangsungan hidup. Jenis olahraga ini seperti:
 Renang
 Dayung
 Lari
 Gulat
 Memainkan senjata
 Beladiri dan tarian-tarian perang.

Masa Sebelum Penjajahan.
 Masa kebudayaan Hindu
Berawal pada abad 5 SM, setelah masa pra-sejarah berakhir. Dapat disebutkan beberapa kerajaan yang cukup terkenal dan berpengaruh.Kerajaan Tarumanegara ( Raja Purnawarman ) dan Muara Kaman (raja Mulawarman).
Ada beberapa faktor penyebab datangnya pengaruh Hindu di wilayah Indonesia sebagai berikut: 
1. Perdagangan antara Cina dan India.
2. Indonesia sebagai tempat persinggahan.
3. Adanya pedangang India yang tingal di Indonesia.
4. Penyebaran Agama Hindu oleh orang-orang India.

 Masa Kebudayaan Islam.
Perkembangan kebudayaan Islam mulai berkembang saat kerajaan demak mengalahkan majapahit. Banyak sejarawan meyakini ajaran agama Islam dibawa oleh orang-orang Gujarat.
Faktor Agama Islam dapat berkembang di indonesia, dikarenakan hal-hal sbb:
 Syarat masuk Islam sangat mudah.
 Tidak ada pembagian kasta.
 Telah disesuaikan dengan jalan pemikiran orang indonesia.
 Islam pada masa itu mengusai perdagangan.
Kerajaan yang pertama mucul adalah kerajaan smudra pasai, Demak, Banten, Panjang, Mataram, dan Ternate. Dalam agama islam tidak menuntut suatu sikap badan tertentu untuk mencapai kesempurnaan hidup didunia,dan lebih jauh lagi untuk jasmani mencapai kesempurnaan akhirat. Berkembang latihan beladiri untuk mempertahankan diri dan rekreasi seperti :
 Menuggang kuda.
 Memainkan senjata.
 Kekebalan tubuh.
 Perang.
Ada satu peniggalan yang amat berkembang hingga bisa hingga bisa meluas kemancanegra, yaitu Pencak Silat.
 Zaman Penjajahan Belanda.

Mulai abad ke XIX, mulai berkembang dan diajarkan bentuk-bentuk latihan, yaitu atletik,senam, bola bakar, sepak bola, dan bola tangan. Sering dipertandingkan nomor-nomor lari, lompat, jalan, lompat, lempar,panca lomba, dan dasa lomba.

Tahun-Tahun penting berdirinaya beberapa organisasi olahraga di masa penjajahan, yaitu:
 Tahun 1930: PSSI terbentuk di Yogyakarta, dengan ketua Ir. Suratin.
 Tahun 1936: PELTI bediri di Semarang, ketua Dr. Boentara.
 Tahun 1938: ISI (Ikatan Sport Indonesia) beridiri di Jakarta, ketua Soetarjo Hadikusumo.
 Tahun 1938 dan 1942 : dilaksanakan kongres dan pekan Olahraga di Solo dan Jakarta.

 Zaman penjajahan Jepang
Tujuan pendidikan jasmani yang dikembangkan pada masa penjajahan jepang adalah membentuk manusia yang setia kepada jepang dan memiliki kemampuan berperang. Bentuk-bentuk latihan yang sering dilakukan Warga Negara Indonesia pada masa pendudukan Jepang, antara lain:
• Kyoreng ( Latihan baris berbaris.)
• Kendo ( bela diri khas Jepang.)
• Taiso (senam)
• Keterampila menggunakan bayonet ( senapan yang pada bagian ujungnya dipasng pisau/bealti).
Latihan yang diberiakan oleh tentara Jepang ini sungguh bermamfaat bagi pergerakan Indonesia.ini terlihat dari perlawanan PETA diberbagai wilayah di Indonesia terhadap Sekutu bahkan terhadap Jepang sendiri.
Masa Kemerdekaan
Pada tahun 1945-1950. Dibentuk Kementrian Pendidikan, Pengajaran dan Kebudayaannya untuk mengisi Kemerdekaan, dengan tugas pokok: menyelenggarakan latiahn-latihan fisik dikalangan pemuda serta mengusahakan rehabilitasi fisik dan mental. Pendidikan Jasmani disusun dan dibentuk untuk pertama kalinya tanpa modal, tanpa pedoman yang jelas, dan tokoh/pejabat yang berwenang belum ada.
Pembinaan gerakan Olahraga di Indonesia berkembang kearah dua bidang, yaitu:
• Di Sekolah, karena Profesinya.
• Di Masyarakat, atas dasar pengabdian dan bersifat amatir.

Inpeksi Olahraga berubah menjadi inpeksi Pendidikan Jasmani, dengan langkah-langkah yang dilakukan:
1. Dibentuk bagian Pendidikan Jasmani.
2. Kursus aplikasi Pendidikan Jasmani.
3. Diselenggarakan Sekolah Olahraga (SORA).
4. Training Center (TC) dilaksanakan sebagai persiapan mengikuti Olmpyade dilondon.

Pada tahun 1951-1956. Kemajuan pesat terlihat hampir dalam segala segi, baik teknis maupun organisator, karena setelah tahun 1950 Indonesia mendapatkan kedaulatan dan Negara kesatuan RI. PON dapat berlansung sesuai rencana. Pada tahun1952 diselenggarakan panca lomba I pelajar SLTP dan SLTA di Semarang, dan II diSurabaya tahun 1953.
• Tahun 1950: berdiri Akademi Pendidikan Djasmani ( APD) di Yogykarta, sebagai bagian dari Fakultas Paedagogik UGM. Berdiri Sekolah Guru Pendidikan Djasmani (SGPD) di Bnadung dan Yogyakarta.
• Tahun 1954: Jurusan Pendidikan Jasmani – FKIP bandung, Perguruan Tinggi Pendidikan Guru. Sekolah Pendidikan Jasmani Tentara di Cimahi.

Pada Tahun 1957 – 1960, perubahan inpeksi pusat Pendidikan Jasmani menjadi Biro Pendidikan Jasmani, terdari atas :
1. Urusan perencanaan dan penyelidikan
2. Urusan tata usaha, dan
3. Urusan Pendidikan Guru untuk Pendidikan Jasmani.

Tugas dan lapangan kerja yang menjadi bidang garapan Biro Pendidikan Jasmani adalah:
1. Menyelidiki dan merencanakan Pendidikan Jasmani di Sekolah dan di Masyarakat.
2. Merencankan dan mengwasi Pendidikan bidang Pendidikan Jasmani.
3. Hubungan dengan Organisai Bidang Olahraga.

Pada tahun 1957, president Soekarno menekankan bahwa Pendidikan Jasmni sebagai “ Nation Building” , yang ditanggapi baik oleh Menteri PP dan K, Sarino Mangun – Pranoto.
Pada tahun 1961 – 1965. Dasar-baru pembianaan Olahraga di Indonesia, sesuai dengan amanat Presiden Soekarno, pada tanggal 9 april 1961 saat menghadapi Asian Games IV dan Thomas Cup, ada tiga hal yang dianggap sangant prinsip, yaitu:

1. Olahragawan berfungsi membangun manusia Indonesia.
2. Olahragawan harus dedicate, mempersembahkan hidup Indonesia,
3. Segala persiapan untuk national building Indonesia.
Departmen Olahraga ( Depora), dibentuk 7 maret 1962, merupakan aparat pemerintahan yang dipimpin oleh seorang Menteri Olahraga dalam melakukan pembimbingan dan pengawasan atas semua kegiatan, Olahraga di dalam Masyarakat yang diatur. Masa kerja sampai 1966, setelah itu pemerintah yang membinaOlahraga menjadi Dirjen Olahraga dan Pemuda.
Pada tanggal 7 Februari 1963, berdasarkan berita Reuter tentang keputusan IOC untuk menskor keanggotaan Indonesia untuk waktu yang tidak ditentukan, kareana penolakan indonesia terhadap Israel dan Taiwan saat Asian Games IV. Tanggal 9 Februari 1963, harian AP Menyiarkan tentang keputusan Executive Board IOC. Presiden akhirnya memmutuskan unutukkeluar dari IOC pada tanggal 14 Februari 1963, untuk menentang tindakan pimppinan IOC yang sewenang-wenang.
Alasan keluar dari IOC, karena keputasan diambil tanpa mendengar Indonesia, meskipun indonesia sudah berusaha untuk menyelesaikan dengan IOC, Ketua KOI Sri Paku Alam VII, mengundang ketua IOC lewat Surat kawat,tanggal 18 Desember 1962, tetapi ditolak pada tanggal 15 Januari 1963.
Sedangkan IOC pada tanggal 26 juni 1963, telah memutuskn mencabut skorsing atas Indonesia, tanpa syarat apapun (without further qualification) menurut pendapat umum, menganggap keputusan IOC sebagai kemenangan Indonesia. Salah satu pertimbangannya adalah untuk menghindari pemboikotan Olympiade oleh Negara-negara Asia serta Arab.
Pada tahun 1966-1967, merupakan akhir dari masa DEPORA dan DORI ( Dewan Olahraga Indonesia). Masa sebelum tahun 1966 inisiatif dari DEPORA , sehingga mengakibatkan sector Top-top Organisasi Olahraga timbul ketidak puasan dan ketegangan antara Pembina.
Top-top Organisasi berpendapat adanya DORI memotong hak-hak Organisasi Olahgara, sehingg kehilangan kedaulatannya. Langakah yang diamabil oleh top-top Organisasi adalah membentuk sekretariat bersama,dengan ketua eksekutif Menteri Olahraga.
Lahirlah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) “versi lama” merupakan perpaduan antara konsep sekretaris bersama dengan konsep Maladi (saat itu sebagai Menteri Olahraga) yang dituangkan dalam keputusan Presiden (keppres) 143 A dan 156 A tahun 1966. Yang berisi antara lain tentang struktur Organisasidan personalia KONI.tetapi KONI yang terbentuk dari perpaduan konsep tersebut akhirnya praktis tidak berjalan/macet. Hal ini dikarenakan tidak adanaya dukungan yang memadai dari Top-top Olahraga yang tergabung dalam sekretariat bersama.
Lahirnya KONI “versi baru”. Dalam susunan Kabinet Ampera, Departemen Olahraga diciutkan dan dijadikan Direktorat Jenderal Olahraga(Kol.Sukmato.S) yang ada dalam Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K), berinisiatif mengadakan pertemuan antara top-top Organisasi Olahraga, sekretariat bersama dan Dirjen Olahraga.
Keputusan antara lain, menytakan bahwa KONI sifatnya harus non govermental dan Independent, tidak dikuasai oleh Pemerintah, tetapi diharapkan sebagai partner pihak Pemerintah, peng-orde baruan bidang keOlahragaan agar tidak tergantung di satu tangan. Pada tanggal 31 Desember 1966 tepat pada pukul 12.00 Wib, terbentuklah KONI, ini tertuang dalam Keppres No.57.
• Lahir atas kehendak Masyarakat pembina Olahraga sendiri.
• Kekuasaan tertinggi pada Musorna.
• Tugas dan wewenang membantu pemerintah(dirjen Pemerintah).
• Keanggotaan KONI: top-top organisasi Olahraga dan badan-badan keolahragaan fungsional.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar